Chingu ~

Gambar

Author : Dian Ifa

cast :
lee jinki
kim gweboon
suport cast             :
hehehe lihat nantio aja

warning:
pasti banyak typo yang bertebaran dan tidak sesuai dengan kamus bahasa indonesia

oke

1

2

3

######

“apa kau menyukaiku?” Tanya yeoja yang sedang ada disampingnya yang kini menatap lekat wajah namja tampan yang ada didepannya

“ani..aniya” jawabnya gugup

“oh, begitu, baiklah. Hehehehe jinki kita kembali kekelas yuk, sebentar lagi bel masuk berbunyi,” Ucap yeoja itu kini beranjak bangun dari duduknya

 

 

Jinki namja tampan yang ia ajak bicara ini tak lain adalah teman sekelasnya, mereka berdua memutuskan untuk menghabiskan waktu istirahat diperpustakaan untuk mencari bahan tugas kelompok mereka.

“jinki, bolehkah aku berkunjung kerumahmu?” Tanya gweboon pada jinki

“kerumahku… a.. baiklah, terserah apa maumu, hehehe ”

“jinki…

“ne..

“kenapa setiapkali aku mengajakmu bicara kau slalu gugup,apa aku menakutkan mu jinki” Tanya gweboon polos

“a.. itu..anu aku,,,”

Karna terlalu lama menunggu jinki mengucapkan kalimat balasan atas pertanyaannya ia memutuskan untuk kembali kebangkunya sendiri.

“jinki…” tegur gweboon saat ia barusaja duduk dibangkunya

“n..ne… gweboon”

 

Jinki POV

Jujur kau tau kenapa aku slalu gugup saat kau berbicara padaku

Itu semua karna dirimu

Matamu yang selalu menatap kearahku

Senyuman yang menghiasi bibir mu saat kau tersenyum padaku

Sungguh itu membuatku gugup boonie~

“jinki,, apa aku terlihat jelek eum?”

“sekali… hahahaha ”

Jujur kau begitu lucu gwe…

Gweboon sedang berada dikamar jinki ia sedang berkacakpinggang didepan cermin besar jinki,

Dia bertanya padaku, pertanyaan bodoh macamapa ini, kau sangat cantik bonnie sangat cantik. Kau lebih cantik dari apapun yang tercantik didunia ini

“jinki.. aku ingin jalan-jalan. Kajja”

Gweboon menarik lengan jinki cepat mengambil sepeda yangberada didalam garasi nya

Mulai mengayuh dan mengayuh,

“hwa.. jinki, lihatlah baju itu bagus sekali, tapi sayangnya sekarang aku tak bawa uang uangku tertinggal jinki, -_-, menyebalkan”

“bonnie,, bagaimana kalau kita ke sana, sepertinya menyenangkan”(ajakku )

Dia hanya berjalan mengekor dibelakangku sebenarnya aku tak tega melihat boonieku  seperti ini tapi mau bagaimana lagi,

Kami berdua memilih duduk dibangku taman barisan kedeua dimana ada banyak pohon yang tumbuh disana kulihat ia kini mulai kembali tertawa, aku jadi senang melihatnya seperti ini,

Gweboon kau masih seperti yang dulu,

Aku dan gweboon sebenarnya kami berteman sejak kami kecil bahkan sejak kami belum lahir kedunia ini semua ini karna eommaku dan eommanya  sahabat dekat jadi hal ini tak mungkin dapat dipungkiri lagi kami sudah seperti saudara

Tak jarang pula gweboon kerumahku untuk sekedar menginap sehari atau ya terserah kemauannya, eommanya pun juga tak melarang ia menginap dirumah karna mungkin ahjuma sudah sangat percaya pada eommaku

“bonnie~, kau tidak pernah berubah” (ucapku dengan nadatertawa)

“berubah  kau pikiraku tokoh animasi Tokyo mew-mew begitu yang dapat merubahnya menjadi pahlawan atau mermaid melody yang dapat berubah menjadi putri duyung, jinki kau masih normal kan?”

“bonni~ kau lucu sekali” tanpa sadar tanganku mencubit pipitirusnya ia hanya menyeringgai

“jinki, hentikan appo” katanya mengelus permukaan pipinya sendiri

“hehehehe mianhae..” ucapku

“shiro!

“mianhae…

“andwe!

“bonnie~jinki minta maaf ne, mian…

“baiklah bonie akan memaafkan jinki asalakan jinki mau menuruti permintaan bonie, bagaimana?”

“pemintaan, baiklah asalkan bonie tidak marah lagi jinki mau melakukan apa yang boni inginkan”

“baiklah, syaratnya kau harus…” hap.. memeluk pundak jinki

“bonnie~ ini berat”

“tidak boleh mengeluh jinki, ingat perjanjian arraseo, kauharus mengendongku sampai dirumah, kajja”

“AAA…”

“kajja..”

“ne…

 

 

Hatiku dan cintaku itu sudah menjadi milikmu sejak dulu

Aku tak akan pernah bisa mengungkapkan perasaanku padamu

Kau begitu sempurna untukku,

Aku takut jika aku menyatakannya kau akan pergi meninggalkanku

Aku tak ingin itu bonie~

“jinki, apa aku pantas memakai ini, aku ingin terlihat cantik didepan dongwoon oppa, bagaimana?”tanyanya padaku

 Ya gweboon saat ini sedang kasmaran atau biasa kita sebut jatuh cinta pada sesoorang yang aku baru tau namanya dongwoon,

Namja baik itu,

“hya,,, jinki, aku hampir telat bagaimana ini 10 menit lagi dongwon oppa akan menjemputku Aduh..bagaimana” (ucapnya kini mondar-mandir didepanlemarinya)

“bonie apakah dia sepenting itu?” tanyaku yang hanyamendapat respon senyuman dari yang ditanya

“ne…”

Kring~

Bel rumah gweboon berbunyi itu pertanda jika ada orangyangmenunnggu dibalik pintu itu.

“jinki, jaga rumah ne, aku jalan-jalan dulu dengan dongwon ,bye jinki”

“hehehe  ne..hati – hati” ucapku coba tersenyum

Apa seperti ini sakitnya cinta tak terbalaskan

Namja itu, aku tak menyalahkannya yang membuat bonnie jauh dariku

Ini semua salahku,

Aku yang membuatnya menjauh dariku sendiri

Apa kau tau bonnie aku menyukaimu?

Jinki pov end~

 

 

Mobil dongwon melaju begitu cepatnya, tanpa gweboon sadari ia kini sudah sampai didepan restoran yang akan menjadi tempat diner mereka berdua

“gweboon kita sudah sampai” ucap dongwon yangmembukakan pintu untuk gweboon

“hehehehe, gomawo dongwon”

“ne.. kajja kita masuk”

*****

 

Gweboon POV

Rasanya ada yang berbeda apa ini karna aku tidak pergidengan orang yang sama atau…

Restoran ini restoran yang biasa aku datangi bersama jinki ketika salah satu dari kami berdua berulang tahun dan itu sangat menyenangkan -menurutku- , tapi.. sepertinya ada yang berbeda saat aku kemari dengan dongwon oppa

Rasanya begitu aneh…

“gwe.. apa kau suka suasana disini?” kata-katanya begitu lembut, jujur namja ini begitu amat sangat baik

“ne…

“bonie~ aku ingin mengatakan sesuatu padamu, tapi janji kau tak akan marah jika aku..

“tenang, aku tak akan marah..

“aku sebenarnya aku… menyukaimu, begini maksudku aku sangat menyukaimu sejak kita bertemu.mungkin ini memang terlalu cepat tapi, aku,,aku.. akn menunggu mu sampai kau mau, bagaimana apa kau menerimaku menjadi namjachingumu?”

Pertanyaan bodohmacam apa ini, aku baru mengenalnya beberapa hari yang lalu tapi mengapa ia sudah menembakku. Dia baik tapi sepertinya ada hal yang disembunyikan . .

“gwe.. bagaimana apa kau..mau?” aku hanya diam tak samasekali bergeming apaun apa yang harus aku katakana padanya

Aku sangat malu..

“eumm . . .”

@ skip..

 

 

“bonie.. kau kemana ini sudah larut malam, aigo.. kemana kau?” ucap jinki sendiri

Dia gelisah pasalnya jam sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi gweboon belum juga pulang apa jangan-jangan namja itu…

Aish.. jinki apa yang kau fikirkan?…

Dok-dok-dok

Pintu berderit ini pertanda mungkin gwe, sudah pulang

Clek!

Jinki membuka pintu itu cepat, ia sangat terkejut melihat kondisi gweboon saat ini, mabuk!

Apa yang namja ini perbuat, Boonie kau memilih orang yang salah,

“anyeong,mianhe gweboon tadi mabuk dan aku meng…

Belum sempat namja itu meneruskan kalimatnya jinki langsung meraih tubuh mungil gweboon dan masuk kedalam rumah dan menguncinya sungguh ia kini tak peduli apa yang akan namja itu pikirkan tentang dirinya sungguh iabenar-benar tak peduli

“bonie,,, sadarlah”

“…”

“bonie… kau tak apa-apakan?”

“…”

“bonnie ini aku jinki”

Kenapa kau seperti ini gwe.. apa yang terjadi padamu…

Keesokan harinya~

 

 

Gweboon pov

Ags.. sakit”

Kurasakan pening yang tiba-tiba menderaku

Aku baru ingat semalam aku kan kencan denagn dongwon dan ia membawaku ke…

“jinki!”

Aku terkejut aku melihat jinki tidur disampingku terlihat jelas raut wajahnya yang lelah

Apa dia meungguiku semalaman?

Siapa yang membawaku keatas ranjang?

Apakah itu jinki.

“boonie~kau sudah sadar, syukurah”

Jinki memelukku erat

Degh~

Jantungku berdetak

“jinki, ada apa denganmu, kenapa kau memelukku sepertii..ni.eum?”

Kini nafas gweboon rasanya mulai habis karna sedari tadi jinki memeluknya begitu erat.

“hehehehe mianhe, habisnya aku hawatir padamu “ jinki menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal.

“memangnya semalam aku kenapa?”

“apa kau tak mengingat apapun bonie~, semalam kau pulang dalam keadaan mabuk,dan namja yang bernama dongwon itu yang mengantarmu pulang,aku tak habis pikir apa yang ia lakukan sampai kau pulang dalam keadaan mabuk berat seperti itu, aku kecewa”

“mianhae…

“sudahlah aku tak mempermasalahkannya lagi pula kan ia namja cinggumu”

“namja cinggu?, aniyo dia bukan namjachinguku jinki ah~”

“hahaha sudahlah jika benar ia namjachingumu aku tak akan marah, itu kan hakmu aku tak berhak melarang sesorang mencintai orang lain apalagi kausahabatku sendiri, aku tak sepantasnya seperti itu” ucap jinki dengan nada datar

“jinki, aniyo dia bukan namja cingguku aku… aku…

“bonie~ kajja aku tunggu kau dibawah, makanan sudah siap palli…

Jinki pergi keluar dari kamarku.

Kenapa dia mengganggap dongwon namjachinguku?

Kenapa ia berperilaku seolah-olah ia cemburu karena kemarin malam dongwon mengantarku pulang dalam keadaan mabuk?

Hari ini seperti biasa aku dan jinki kami beangkat sekolahbersama, canda tawa selalu menghiasi perjalanan kami

Hatiku selalu tentram jika berada didekat jinki,

Jinki dia namja tampan yang selalu bersamaku aku juga bergan dengan namja itu ya memang hubungan orang tua kami dekat tapi bukan berarti hubungankami juga harus dekat bukan?

Hari ini sama seperti hari sebelumya dimana setiap harinya banyak yeoja-yeoja yang berdiri didepan kelas kami -aku dan jinki-

Mereka hanya ingin memberi sebuket bunga atau hanya sekedar memberikan hadiah-hadiah pada jinki

Satu pertanyaan yang selalu aku pertanyakan adalah apakah jinki tak bosan dengan kehadiran yeoja-yeoja itu

Tapi sepertinya tidak aku rasa jinki menikmati acara seperti ini dimana sekarang ia diagung-agungkan yeoja-yeoja ini.

To: jinki

Apa kita bisa pulang bersama?

Jinki hanya bisa tersenyum membuka pesan text dari gweboonnya.

To: bonnie

Maaf sepertinya aku ada latihan basket, kau tak perlu menungguiku boonie aku akan pulang malam, jangan lupa kunci pintu arraso!

Huft! Hanya ini balasannya

Jangan lupa kunci pintu, ya,ya,ya, aku memang selalu lupa untuk mengunci pintu dan rumahku juga pernah hampir dibobol karna itu

Oke baiklah pulang sendiri…

Tapi sepertinya melihatnya mengasikkan juga

Niatnya kini berubah setelah ia melewati lapangan basket dimana disana sang penyerang jinki berdiri sekarang,

Bukan hanya dia yang berniat untuk memperhatikan jinki namun banyak gadis-gadis lain yang berniat sama dengannya

Gweboon sudah cukup lama berdiri didekat lapangan itu tak terasa malam mulai menyapa mereka gweboon yang menyadari akan hal bodoh yang telah ia lakukan kini hanya bisa merutuki dirinya.

“aku harus bisa pulang segera”

Saat ia hendak keluar gerbang jinki dari arah berlawanan melihat gweboon lalu berlari menuju kearahnya

“bonie~, kenapa kau masih disini, apa kau menungguiku?” goda jinki pada gweboon yang kini sukses membuat pipinya merah padam

“aku.. aku.. aku hanya..

“tunggu aku ne, aku ganti baju dulu, kita pulang bersama,hanya sebentar tunggu ne..”

Beberapa menit kemudian . . .

“hehehehe selesai, kajja pulang”

“emh.. ne”

Bus yang menuju rumah kami sekarang sudah mulai sepi penumpang mungkin hanya ada 1 sampai2 orang saja yang masih berada didalam bus ini, jinki dan aku memutuskan untuk duduk dibangku tengah, perjalanan dari sekolah kerumah cukup jauh, aku rasa jinki sangat lelah sampai ia kini tertidur,

Wajahnya begitu damai, ingin sekali aku menyentuhnya.

Tapi.. tapi..

Aish…

tebece~“

Advertisements

Saranghae Nae Chingu~ah

 

 

 

Image

Author            : Yanda95

Genre             : School life, friendship

Length            : 2 Shoot

Main Casts      : Lee Taemin

                         Han Heora

                         And other

 

Summary
Hari ini mungkin semuanya akan aku ungkap. Perasaanku, aku akan mengatakan semuanya. Tapi sepertinya semuanya tidak mungkin sekarang. Kau terlalu bodoh menyadari perasaan ku yg begitu besar padamu. Kau hanya menganggap ini semuanya hanya pujian belaka. Sikap baik, pengertian yg selalu aku berikan padamu. Andai kau cepat menyadarinya mungkin aku tak akan meninggalkanmu. Chingu~ah mianhae . . .
***

 

Beberapa hari ini sikap hyera pada taemin berubah derastis. Tapi taemin tak terlalu menyadarinya sampai saat itu tiba. Saat yg menyadarkannya bila hyera sangatlah berarti untuknya….
“heora, ada sesuatu yg ingin aku ceritakan padamu!” taemin mendekati hyera yg sedari tadi hanya memasang wajah dinginnya.
“kau masih membutuhkanku!” jawab hyera sinis.
“hyera jebbal dengarkan aku! Aku minta maaf jika beberapa hari ini tidak terlalu memperhatikanmu. Tapi tolong dengarkan ceritaku! Cuma kau yang bisa membantuku! Jebbal!” taemin agak memohon pada hyera agar ia mendengarkan cerita taemin.
“aku tidak mau dengar jika kau hanya menceritakan minho hyungmu itu!” hyera hanya menanggapi dgn kata2 dinginya.
“ini lebih parah! Ini seperti menyangkut hidup dan matiku!” ucap taemin memelas.
“aku tidak peduli!” jawab heora singkat lalu pergi meninggalkan taemin.

Tak tinggal dian taemin tba-tiba menarik lengan heora perlahan. Memasng tamopang yang amat memelas. Taemin tau setelah ini heora akan kembali duduk dan mendengarkan curhatanya. 🙂

Heora pun kembali duduk ditempatnya semula dengan memasang wajah yang masih terlihat jengkel karena kelakuan taemin.

“Selalu seperti ini” guman heora pelan

“Heora, noe gwenchana?” tanya taemin ketika ekspresi wajah heora berubah murung.
“Gwenchana, jadi ada apakah dengan minho hyungmu sampai kau ingin mati?”
“*diam* dia . . . . #curhatnya di skip”

Taemin pun menceritakan semuanya pada hyera. Yah walau hyera menganggapinya dengan sangat dingin dan pada akhirnya membentak2 taemin tidak jelas.
“Kau bodoh! Kau benar2 bodoh taemin! Dari awal aku sudah pernah mengatakan hal yang sama tapi apa! Huh kau malah mengacuhkanku! Sekarang urusi saja urusanmu sendiri, jangan mencariku jika terjadi masalah, dan ANGGAP KAU TAK PERNAH MENGENALKU! ARRA!” taemin hanya bisa diam mendengarkan kemarahan hyera padanya.
“mianhaeyo hyera!” ucap taemin pelan saat melihat hyera sudah agak jauh darinya.

Itulah terakhir mereka terlihat ber2.

******

*Taemin pov*
Tidak ada ocehan pedas hyera rasanya sepi! Tapi sepertinya ia benar2 sangat marah. Huh entalah semakin aku melupakan kata2 hyera. Aku semakin sadar bahwa aku telah banyak menyakitinya.

Heora . .
Dia teman sekelasku, lebih jelasnya dia sudah seperti kakak untukku . .
Dia yang selalu menularkan virus gilanya . .
Dia yang selalu membuatku tersenyum ketika aku sedang banyak masalah . .

Dia yang selalu ada ketika aku benar-benar terpuruk . .

Kau tau Heo seperti katamu . .
“aku yakin, setelah menganalku hidupmu akan lebih menyenangkan taemin”
Rasanya hampa, seperti ada yang kosong . .

Author POV

Heora dan taemin kedekatan mereka seperti tak pernah terjalin sejak terakhir taemin menceritakan hal yang mengganjal hatinya pada heora, sahabat, serta kakak yg baik-menurut taemin-. Sekarang keduanya hanya bisa diam menyikapi semuanya. Tak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu. Itu semua terlihat jelas karna sikap mereka berdua yg saling acuh-tak acuh. Jangankan berbicara sepatah kata. Saling menyapa pun mereka sepertinya tak mau.

Heora POV

Entahlah apa yang aku lakukan ini benar atau tidak. Tapi aku terlanjur marah pada taemin. Dan mungkin yang kulakukan saat ini adalah sifat asli dari diriku. Aku tidak akan menyapanya terlebih dahulu sebelum dia menyapa ku dan sadar tentang semuanya. Wajah dingin, perlakuan dingin inilah yg melekat padaku saat ini.

Taemin . .

Jangan salahkan aku jika bersikap seperti ini. Kau yang membuatku seperti ini. Kau pikir aku akan selalu selalu jadi yang paling mengerti dirimu?. Tidak! Untuk saat ini aku benar -benar ingin pergi. Pergi sejauh mungkin agar tak meliahat wajahmu yang membuatku terpuruk. Terpuruk dalam kenyataan bahwa aku tak akan bisa mendapatkan hatimu . . .

*******

Author POV
@kelas

“Heora-ah do gwenchanayo!” shinmi menoleh kearah heora.

“N…ne! Gwenchanayo shimi-ah!” jawab hyera pelan

“Kau seperti ada masalah?”

“Aniyo, nae gwenchanayo!”

“Apa taemin? Kulihat beberapa hari ini kau tak tegur sapa dengannya!”

“Mwo?? a..a..niyeo”

“Tidak usah menyangkal aku tau semuanya!”

“Ye, jjongmallyo!”

“Kau bertengkar lagi dengannya kan! Huh, kalian memang sangat cocok! Daripada marahan terus mending saling minta maaf dan jadian sekalian!’

‘MWO! Jadian!’

“jangan pasang tampang bodohmu itu kau sangat jelek! Dan tenang saja aku akan bantu kau baikan dengan taemin! Ara!”

”aku tidak mau!”

 

Heora dan shinmi terus berdebat tentang masalah heora dengan taemin. Sebenarnya shinmi tidak tau apa masalah yg sebenarnya terjadi. Ia-shinmin- seperti itu hanya karna tidak tahan melihat sikap mereka berdua-heora dan taemin-. Dua sahabat sekaligus penganti keluarganya.

******

“Bisa kita bicara sebentar?”

“M…minho hyung, wae?”

“Kenapa? hahaha jangan gugup seperti itu, wajahmu jadi terlihat lucu. Ini dari Kim seosangiem, harus segera dikerjakan ya. Aku pergi, jalja minnie” minho mencubit pipi taemin pelan

Tidak taukah mereka ada seseorang yang diam – diam memperhatiakan apa yang mereka berdua lalaukan.

“H…h..yung a..apa yang kau lakuakan” taemin tersipu pipinya me-merah

“Mencubit pipimu, wae?”
“A..a…aniyeo hanya saja aku kan laki-laki hyung kenapa kau bersikap seolah aku wa…”

BRRAKKK

Heora melemparkan tasnya dan pergi meninggalkan shinmi lalu keluar kelas. .
“Ya!! Kau kenapa!!” shinmi kaget dengan sikap heora yang tiba – tiba marah.

Tak hanya shinmi yang heran dengan sikap heora. Percakapan taemin dan minho pun terhenti.

‘Apakah karna itu heora marah pada taemin? taemin suka pada minho? atau minho suka pada taemin? tidak mungkin. Ah munkin heora marah karena taemin dekat dengan minho atau sebaliknya?? aku bingung’ ucap shinmi dalam hati

Dan tanpa sadar mengacak- acak rambutnya seperti orang gila.

“Kau baik – baik saja?”
“hu’ YA! KAU MEMBUATKU KAGET TAEMIN!!” shinmi kaget karen tanpa ia ketahui taemin tiba – tiba ada disampingnya.
“Mianhe, shinmi~ah”
“Aish benar – benar kalian berdua ini membuatku kesal!”
“Kau tau tidak kenapa heora tiba – tiba berubah seperti ini?”
“Pasti karna kau. Ya kan!” ucap shinmi kesal smbil menunjuk muka taemin dengan telunjuknya

“Minhae :'(“
“Jangan minta maaf padaku, heora mungkin ada diatap. Pergilah kesana dan minta maaf”
“Aku belum siap shinmi~ah”
“Sebenarnya apa masalahnya? Kau suka pada minho? atau heora suka padamu lalu cemburu melihatmu dengan minho? atau heora suka pada minho? Ahh aku bingung, Jinki oppa aku merindukanmu. 2 orang bodoh ini membuatku gila”

“A…a..apa yang kau katakan, jinki hyung tak ada disini”
“Sudahlah aku pegi ke kantin saja perutku lapar, Byee”

********

Taemin POV

Apakah shinmi sudah tau?
Heora suka padaku? Tidak mungkin?
Heora suka pada minho hyung? Apakah iya?
Jelas – jelas tidak munkin aku tau tipe namja yang dia suka.
Tapi apakah ini alasan dia benar – benar marah padaku kemarin ketika aku bercerita tentang minho hyung?

Molla, aku juga bingung.
Heora aku merindukanmu . . .

TBC

Note: FF debut ^^ Semoga ada yang suka . . .